Sabtu, 04 April 2009

Lampu Induksi

The induction Lamp of revolutionary is now being discussed in many of the world. The lamp is the development of technology that has been found once by Hittorf year 1884, which is then enhanced by JJ Thomson. This is the first induction lamp in the world. 
Even if the principles of light induction is known hundreds of years ago, but never or have not introduced to the market until recently. Formerly called Electrode-less Discharge Lamp. Now in line with developments in the use of good Ballast electronics, induction lamps have a good chance to be introduced to the community accompany the LED is already socialized prior to the commercial use in various lighting needs.


Lampu Induksi yang revolusioner sekarang sedang ramai dibicarakan di dunia.  Lampu ini merupakan perkembangan dari teknologi yang sudah lama sekali ditemukan oleh  Hittorf tahun 1884, yang kemudian disempurnakan oleh  J.J. Thomson.  Inilah lampu induksi pertama di dunia.
Sekalipun prinsip-prinsip lampu induksi sudah diketahui ratusan tahun yang lalu,  tetapi tidak pernah/ belum sempat diperkenalkan kepada pasar hingga akhir-akfir ini.  Dulu disebut Electrode-less Discharge Lamp.  Sekarang seiring dengan perkembangan yang baik dalam penggunaan ballast electronik, lampu induksi memiliki peluang  yang baik untuk diperkenalkan kepada masyarakat mendampingi LED yang sudah lebih dulu disosialisasikan untuk pemakaian secara komersial di berbagai kebutuhan lighting.  

Pada prinsip lampu fluorescent Cahaya dihasilkan karena benturan elektron dari pelepasan dua elektroda yang mengenai lapisan/dinding fluor pada tabung lampu.   Pada lampu induksi Elektroda yaitu anoda dan katoda dihilangkan. Pengganti untuk menggerakan elektron digunakan medan magnet yang dihasilkan dari lilitan yang diinduksi listrik. Kalau listrik tidak mengaliri lilitan maka tidak ada induksi dan tidak ada medan magnet maka lampu tidak menyala.Tetapi apabila listrik mengalirinya lampu secara serta merta dengan instan menyala.  Itulah prinsipnya yang dipakai pada lampu induksi.    Itulah makanya jenis lampu ini disebut lampu electrode-less, atau lampu induksi.

Keunggulan dibanding lampu konvensional: 

  1. Mengingat lampu ini tidak menggunakan elektroda maka umurnya jauh lebih awet dari lampu neon biasa kurang lebih 10 kalinya;  
  2. Hemat energi karena daya yang diperlukan hanya untuk menginduksi lilitan saja;  
  3. Ramah lingkungan karena tidak mengandung mercury; 
  4. Karena daya yang diperlukan sangat kecil dibanding lampu yang lain maka sangat direkomendasi diterapkan untuk Tenaga Surya.
  5. Effisiensi tinggi karena memiliki power factor 90% 40W/80W/120W lampu induksi dapat menggantikan lampu berdaya besar seperti 250W, 400W, 1000 Watt

edi gunawan, 04/2009

 

Tidak ada komentar: